www.anitablog.tk

24.01.06

GARASI

Filed under: Synopsis

Jenis Film : Drama
Pemain: Fedi Nuril, Ayu Ratna, Aries Budiman, Arie Dagienk, Desta Club80`s, Syaharani.
Sutradara: Agung Sentausa
Penulis : Prima Rusdi
Production Company : Miles Production

Keinginan Gaia, Awan dan Aga hanya satu, hidup dari bermain musik. Dengan satu tujuan itu, mereka membentuk ‘Garasi’. Semangat musikalitas dalam gairah muda menghasilkan musik band Garasi yang unik, jujur, fresh, dan cadas.


Sayangnya, diluar bermusik, mereka terlibat konflik batin. Tiga anak muda ini masih gamang menentukan jati diri mereka.

Film Garasi dibuka dengan penampilan band pertama Gaia yang diperankan Ayu Ratna sebuah di klub Indie. Dasarnya enggak jodoh, band kesekian Gaia ini mesti bubar karena konflik hubungan pribadi dalam band. Gayung bersambut, dua sobat musisi “siap pakai?, Aga (Fedi Nuril) dan Awan (Aries Budiman) sedang mencari vokalis buat
Gaia dan Aga dipertemukan di d’lawas, toko kaset “buatan? yang punya koleksi klasik dari jaman baheula. “Hanya melayani pecinta musik sejati? adalah motto d’lawas. Enggak heran pengunjungnya mesti gape betul soal musik. Selain menjual record antik, Revi (Desta), Bison (Ari Dagienkz), dan Deden (David Tarigan) juga punya profesi “khusus? yaitu meng co-produseri album Garasi.

Dasar berbakat, Cuma beberapa kali ngulik, tiga musisi muda ini sudah bisa menciptakan lagu-lagu keren. Enggak makan waktu lama, talenta Garasi sudah dipertontonkan di d’lawas, bahkan mini albumnya udah dirilis. ‘Cap cip cup’, Hagi Haryadi (Denny Sakrie) seorang kritikus musik bahkan mendaulat Garasi sebagai, the next big thing, calon juara Indie band.

Enggak seru kalo cuma main di musik doang, perlahan konflik-konflik muncul kepermukaan. Seperti biasa, cinta segitiga dan permasalahan keluarga jadi bumbu kisah sukses Garasi. Gaia, calon rockstar ini, masa lalunya diutak-atik media. Kenyataan bahwa ia adalah anak diluar nikah mematahkan semangatnya. Sedangkan Aga dan Awan terlibat konflik cinta yang enggak penting.

Tiga anak muda dengan semangat rebel ternyata masih gamang menentukan jati diri mereka. Kepercayaan diri mereka hanya efektif seputar musik saja. Lucu aja ngeliat Garasi “mati suri? karena isu yang enggak populer. Gaia pun mesti menelan umpatannya, karena dia sendiri akhirnya melibatkan perasaan pribadi dalam band.

Two thumbs up untuk musik Garasi. Mereka lebih bagus pas ngeband!. Apalagi kolaborasi antara Garasi dan grup musik kontemporer “Padepokan? keren abiz! Sayangnya karena terlalu banyak konflik, porsi “manggung? mereka jadi berkurang. Salah satu konflik yang enggak ngerock adalah sikap ?feodal? eyang Tanti.

Satu lagi, meski enggak ada logo sponsor rokok, cuma Aga sama Kinar (Syaharani) kok ngebul’ terus ya?

Debut feature film sutradara Agung Sentausa ini diklaim sebagai film bertema anak band pertama. Pendekatan ceritanya real, dengan gimmick-gimmick tepat. Pemilihan lokasi di Bandung sangat tepat mengingat kota bandung emang melahirkan banyak musisi berbakat. Diantaranya ikutan jadi cameo di Garasi. Ada Kikan-Ernest Coklat, Andi /rif, Iwa K dan Sita RSD.

Garasi, will rock the theater and your ear! watch out at January 19, 2006.

pokoknya nih film baguss bgt dech apalagi lagunya dari group band Garasi yang judulnya TOP bgt dech

Official Company: klik >>> GARASI

19.10.05

Apa Artinya Cinta

Filed under: Synopsis

Menjelang lebaran Soraya Intercine Film Kembali menyuguhkan film layar lebar unggulannya. Setelah kesukesan ‘Eiffel…I’m In Love’, Shandy Aulia dan Samuel Rizal kembali menjadi pasangan muda lewat film ‘Apa Artinya Cinta?’
Kalau Paris sebagai lokasi syuting film Eiffel… kini pihak Soraya memilih San Fransisco, Amrik sebagai tempat pengambilan gambar ‘Apa Artinya Cinta?’. “Sekitar 40 persen gambarnya kita ambil disana, selebihnya di Jakarta,” kata Dewi Yulia Razif, PR & Promotion Manager Soraya Intercine Film saat dihubungi KG.

Untuk skenario awal ditulis oleh Sunil Soraya yang juga duduk di kursi sutradara. Namun untuk menyesuaikan dengan kondisi remaja saat ini, skenario itu kembali ditulis ulang dengan dibantu penulis teenlit Larie Siwi Mentari dan penulis muda Rihem Juniati.

Selain kembali menampilkan pasangan Shandy dan Samuel, menariknya lagi film ini juga didukung oleh kehadiran para aktor yang pernah ngetop di era 80-an dengan film ‘Catatan Si Boy’-nya. Siapa lagi kalo bukan Onky Alexander dan Didi Petet. Usaha menampilkan kembali Onky ke layar lebar menurut Dewi butuh ekstra keras untuk membujuknya.

Meski menampilkan bintang yang sama dan juga mengusung cerita bertema remaja, ‘Apa Artinya Cinta?’ akan berbeda dengan Eiffel…. Peran Shandy akan lebih dewasa dibanding perannya sebagai Tita.

Mengkisahkan tentang Aliza seorang gadis berusia 17 tahun yang hidup di tengah keluarga yang harmonis. Ia memiliki rutinitas yang kurang lebih sama dengan kebanyakan remaja lainnya. Bangun pagi, pergi ke sekolah, ngerjain tugsa sekolah hingga hangout bareng sohib-sohibnya.

Semua aktifitas yang dijalaninya membuat Aliza merasa bahagia. Dan yang bikin hidupnya terasa lain lantaran niat kuliahnya di luar negeri yang justru mendapat pertimbangan dari bokapnya (Onky Alexander). Dan satu masalah lagi yakni soal Pacarnya, Tama, cowok yang paling populer di sekolahnya.
Seiring rutinitas yang dijalaninya, tiba-tiba aja hidup Aliza langsung berubah dalam sekejap dengan kehadiran sosok cowok yang kebetukan tinggal di depan rumahnya. Cowok itu baru datang dari luar negeri untuk liburan. Ternyata kehadiran cowok tersebut mengusik hati Aliza. Gayanya yang eksentrik dengan sifat sopan santunnya yang baik, plus gaya bicaranya yang super irit, bikin Aliza dan sohib dekatnya Mitha jadi penasaran.

Tapi dibalik kesempurnaannya itu, Aliza merasakan sesuatu yang sangat aneh dan misterius terhadap cowok yang diketahui bernama Dara (Samuel Rizal). Dari sinilah konflik dibangun. Berbagai adegan dihadirkan, termasuk adegan kembali ciuman Aliza dan Dara.

Film ini semakin menarik dengan kehadiran Melly Goeslaw dan Ari Lasso sebagai pengisi soundtrack filmnya. Duet penyanyi kedua ini mengingatkan kita pada tembang yang pernah populer, Jika. Untuk soundtrack ini kemungkinan akan dirilis bulan ini juga.

Penasaran kan kepengen nonton? Catet tanggal tayangnya di bioskop mulai 2 November 2005 atau menjelang lebaran.

30.09.05

Detik Terakhir

Filed under: Synopsis

http://www.detikhot.com/content_images/abg/redevelop/resensi/2005/9/28/resensi_FIcB09065573_i.jpg
Dari tagline nya, a tragic love story penonton tentu sudah tahu kalau film ini akan berakhir tragis. Tapi jangan kecewa dulu, banyak hal dari ‘Detik Terakhir’ yang bisa membuat anda betah duduk di kursi bioskop. Terutama akting Cornelia Agatha dan Sausan sebagai sepasang lesbian.

Cerita ‘Detik Terakhir’ dimulai dengan kedatangan Kinar seorang wartawati yang hendak mewawancari Regi (Cornelia Agatha), pecandu narkoba yang tinggal di sebuah pusat rehabilitasi. Meski awalnya enggan, Regi akhirnya bersedia juga membeberkan pengalaman hidupnya.

“Gue anak tunggal. Bokap gue punya perusahaan banyak,” begitu Regi membuka kisahnya.

Meski ayahnya kaya, Regi tak mendapatkan kebahagian hidup. Sejak kecil, ia kurang kasih sayang. Setiap hari kedua orangtuanya selalu bertengkar dan biasanya berujung pada pemukulan ayahnya pada sang ibu.

Secara kebetulan, di kampus, Regi pun berteman dengan orang-orang yang memiliki kisah hidup sama dengannya. Orangtua selalu bertengkar, ayah selingkuh, ibu pun tak mau kalah main gila dengan pria lain.

Regi yang stres, mulai merasa mendapatkan kebahagiaan ketika ia berkenalan dengan narkoba. “Ini senyum terindah gue selama hidup,” ujarnya sesaat setelah menghirup obat-obatan terlarang.

Narkoba didapat Regi dari seorang pengedar bernama Rajib (Mike Muliadro). Lewat pria tampan itu juga akhirnya Regi bisa kenal dengan seorang perempuan bernama Vela (Sausan) yang kemudian jadi pasangan lesbiannya.

Penonton dibawa larut dalam kisah percintaan Vela dan Regi. Hampir setiap hari mereka habiskan bersama dengan bercinta dan memakai narkoba. Dalam satu adegan digambarkan karena berebut memakai narkoba, keduanya bertengkar hebat.

‘Detik Terakhir’ seperti mengingatkan kita pada film ‘Virgin’ yang edar setahun lalu. Kedua film itu sama-sama mengangkat realitas sosial yang ada di masyarakat. Dalam ‘Virgin’, prostitusi remaja dikedepankan. Sedangkan ‘Detik Terakhir’ memotret kehidupan lesbian yang juga menjadi pecandu narkoba.

Dulu ‘Virgin’ sempat menuai kontroversi karena dinilai terlalu vulgar. ‘Detik Terakhir’, yang disutradarai Nanang Istiabudi ini pun tak kalah vulgarnya dari ‘Virgin’. Adegan ciuman yang cukup panas antara Vela dan Regi, mandi bersama, masturbasi Regi dan pemakaian narkoba, dipertontonkan secara gambalng oleh Nanang. Kata pria berambut gondrong itu, semua yang diperlihatkannya sudah melalui tahap sensor.

Menurut produser ‘Detik Terakhir’, Shanker RS, filmnya bukanlah film yang sekedar mempertontonkan adegan vulgar. Cerita yang diangkat dari novel ‘Jangan Beri Aku Narkoba’ karya Alberthiene Endah itu merupakan kisah nyata yang banyak terjadi di masyarakat Indonesia. Shanker menilai cerita filmnya ini juga sangat mendidik.

“Ini cerita sangat mendidik. Kalau sekolah, ada yang namanya teori dan praktek. Disinilah kita memberi praktek atau contoh lewat film. Narkoba itu nikmat tapi hasilnya semu. Itu semua sudah kita jelaskan di film,” ujarnya.

Shanker bukan satu-satunya orang yang memberikan pembelaan soal banyaknya adegan vulgar. Menurut bintang utamanya, Cornelia Agataha, banyak hal dari film tersebut yang bisa diingat. Bukan hanya sekedar adegan ciuman atau bercinta.

Nah, apakah anda sependapat dengan Shanker dan Cornelia Agatha? Bagaimana kisah cinta Regi dan Vela bisa berakhir tragis? Silahkan tonton film ‘Detik Terakhir’ mulai 29 September 2005.

Diperankan oleh : Cornelia Agatha, Sausan dan Mike Muliadro, banyak bintang-bintang lain yang juga mewarnai jalan cerita film karya rumah produksi Indika Entertainmnet ini. Sebut saja Ari Sudarsono, Dewi Irawan, Sujiwotedjo, Shanty, Reza ‘The Groove’, Ruhut Sitompul, Yoan Tanamal, Melanie Subono dan Ria ‘Warna’.

Sumber : www.detikhot.com






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M