GARASI
Jenis Film : Drama
Pemain: Fedi Nuril, Ayu Ratna, Aries Budiman, Arie Dagienk, Desta Club80`s, Syaharani.
Sutradara: Agung Sentausa
Penulis : Prima Rusdi
Production Company : Miles Production
Keinginan Gaia, Awan dan Aga hanya satu, hidup dari bermain musik. Dengan satu tujuan itu, mereka membentuk ‘Garasi’. Semangat musikalitas dalam gairah muda menghasilkan musik band Garasi yang unik, jujur, fresh, dan cadas.

Sayangnya, diluar bermusik, mereka terlibat konflik batin. Tiga anak muda ini masih gamang menentukan jati diri mereka.
Film Garasi dibuka dengan penampilan band pertama Gaia yang diperankan Ayu Ratna sebuah di klub Indie. Dasarnya enggak jodoh, band kesekian Gaia ini mesti bubar karena konflik hubungan pribadi dalam band. Gayung bersambut, dua sobat musisi “siap pakai?, Aga (Fedi Nuril) dan Awan (Aries Budiman) sedang mencari vokalis buat
Gaia dan Aga dipertemukan di d’lawas, toko kaset “buatan? yang punya koleksi klasik dari jaman baheula. “Hanya melayani pecinta musik sejati? adalah motto d’lawas. Enggak heran pengunjungnya mesti gape betul soal musik. Selain menjual record antik, Revi (Desta), Bison (Ari Dagienkz), dan Deden (David Tarigan) juga punya profesi “khusus? yaitu meng co-produseri album Garasi.
Dasar berbakat, Cuma beberapa kali ngulik, tiga musisi muda ini sudah bisa menciptakan lagu-lagu keren. Enggak makan waktu lama, talenta Garasi sudah dipertontonkan di d’lawas, bahkan mini albumnya udah dirilis. ‘Cap cip cup’, Hagi Haryadi (Denny Sakrie) seorang kritikus musik bahkan mendaulat Garasi sebagai, the next big thing, calon juara Indie band.
Enggak seru kalo cuma main di musik doang, perlahan konflik-konflik muncul kepermukaan. Seperti biasa, cinta segitiga dan permasalahan keluarga jadi bumbu kisah sukses Garasi. Gaia, calon rockstar ini, masa lalunya diutak-atik media. Kenyataan bahwa ia adalah anak diluar nikah mematahkan semangatnya. Sedangkan Aga dan Awan terlibat konflik cinta yang enggak penting.

Tiga anak muda dengan semangat rebel ternyata masih gamang menentukan jati diri mereka. Kepercayaan diri mereka hanya efektif seputar musik saja. Lucu aja ngeliat Garasi “mati suri? karena isu yang enggak populer. Gaia pun mesti menelan umpatannya, karena dia sendiri akhirnya melibatkan perasaan pribadi dalam band.
Two thumbs up untuk musik Garasi. Mereka lebih bagus pas ngeband!. Apalagi kolaborasi antara Garasi dan grup musik kontemporer “Padepokan? keren abiz! Sayangnya karena terlalu banyak konflik, porsi “manggung? mereka jadi berkurang. Salah satu konflik yang enggak ngerock adalah sikap ?feodal? eyang Tanti.
Satu lagi, meski enggak ada logo sponsor rokok, cuma Aga sama Kinar (Syaharani) kok ngebul’ terus ya?
Debut feature film sutradara Agung Sentausa ini diklaim sebagai film bertema anak band pertama. Pendekatan ceritanya real, dengan gimmick-gimmick tepat. Pemilihan lokasi di Bandung sangat tepat mengingat kota bandung emang melahirkan banyak musisi berbakat. Diantaranya ikutan jadi cameo di Garasi. Ada Kikan-Ernest Coklat, Andi /rif, Iwa K dan Sita RSD.
Garasi, will rock the theater and your ear! watch out at January 19, 2006.
pokoknya nih film baguss bgt dech apalagi lagunya dari group band Garasi yang judulnya TOP bgt dech
Official Company: klik >>> GARASI
Kalau Paris sebagai lokasi syuting film Eiffel… kini pihak Soraya memilih San Fransisco, Amrik sebagai tempat pengambilan gambar ‘Apa Artinya Cinta?’. “Sekitar 40 persen gambarnya kita ambil disana, selebihnya di Jakarta,” kata Dewi Yulia Razif, PR & Promotion Manager Soraya Intercine Film saat dihubungi KG.
Seiring rutinitas yang dijalaninya, tiba-tiba aja hidup Aliza langsung berubah dalam sekejap dengan kehadiran sosok cowok yang kebetukan tinggal di depan rumahnya. Cowok itu baru datang dari luar negeri untuk liburan. Ternyata kehadiran cowok tersebut mengusik hati Aliza. Gayanya yang eksentrik dengan sifat sopan santunnya yang baik, plus gaya bicaranya yang super irit, bikin Aliza dan sohib dekatnya Mitha jadi penasaran. 
