www.anitablog.tk

26.12.07

Renungan Cinta…

Filed under: Info

Kepada yg masih SINGLE…

Cinta ibarat kupu2. Makin kau kejar, makin ia menghindar. Tp, bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu di saat kau tak menduga. Cinta mampu membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti, tp cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan pd seseorang yg layak menerima.

Kepada yg ragu2 dgn PERNIKAHAN.. .

Cinta bknnya mencari seseorang yg “SEMPURNA”, tetapi menemukan seseorang yg mampu menjadikan dirimu sempurna.

Kepada PLAYBOY / PLAYGIRL…

Jgn katakan “AKU CINTA PADAMU!” bila kau tdk benar2 peduli. Jgn bicarakan soal perasaan bila itu tdk benar2 ada. Jgn kau sentuh hidup seseorang bila kau hanya berniat main2 dgnnya. Jgn menatap ke dlm mata seseorang bila apa yg kau lakukan hanya pembohongan. Hal paling kejam yg dilakukan ialah membuat seseorang jatuh cinta, sedangkan kau tdk berniat langsung “UNTUK MENERIMANYA” saat ia terjatuh.

Kepada yg PATAH HATI…

Sakit… patah hati… bertahan selama kau menginginkannya dan akan menghiris luka sedalam kau membiarkannya. Persoalannya, bukan bagaimana kita mengatasi rasa sakit itu, tetapi adalah apa yg boleh diambil sbg pengajaran dan hikmahnya.

Kepada yg BELUM PERNAH JATUH CINTA…

Bagaimana kalau jatuh cinta? Mahu jatuh, jatuhlah! Tetapi, jgn sampai terjerumus. Biar selamba tp stabil. Berkongsilah tetapi jgn tak adil. Cubalah utk memahami tetapi bkn bermakna tdk boleh meminta apa2. Bersedialah utk terluka dan menderita, tetapi jgn simpan semua rasa sakit jika itu yg benar2 dialami.

Kepada yg ingin MENGUASAI…

Hatimu patah melihat org yg kau cintai berbahagia dgn org lain, tetapi akan lebih sakit lagi apabila mengetahui bahawa org yg kau cintai ternyata tdk bahagia dgn mu.

Kepada yg takut MENGAKUI…

Cinta menyakitkan bila anda putuskan hubungan dgn seseorang. Tetapi, lebih sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan dgn mu. Tetapi, cinta paling menyakitkan apabila org yg kau cintai, langsung tdk mengetahui perasaanmu terhadapnya.

Kepada yg masih bertahan MENCINTAI SESEORANG YG TLH PERGI…

Hal menyedihkan dlm hidup ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh cinta. Kemudian akhirnya menyedari bahawa dia bukanlah jodohmu dan kau tlh mensia-siakan masa bertahun-tahun utk seseorang yg tdk layak. Kalau sekarang dia sudah tdk layak, 10 thn dr sekarang pun dia tetap tak akan layak. Biarkan dia pergi dan lupakan.

Cinta memang indah tp byk ranjau yang berduri didlmnye…. .

* Info By *

06.10.07

Para PencariMu (Ungu)

Filed under: Lyric, Info

menjalani hitam putih itu membuatku mengerti
arti hadir-Mu dalam setiap langkah-langkahku berarti

melewati setiap detik waktuku bersama takdirmu
membuatku mengerti hanyalah pada-Mu ku kembali

ku bersujud kepada-Mu memohon ampunan-Mu
adakah jalan untukku tuk kembali pada-Mu

akulah para pencari-Mu ya Allah
akulah yang merindukan-Mu ya rabbi
tunjukkan ku jalan yang lurus
tempat kutambatkan langkahku

akulah para pencari-Mu
akulah yang merindukan-Mu ya rabbi
hanya di jalan-Mu ya Allah
tempatku pasrahkan hidupku

ku bersujud kepada-Mu memohon ampunan-Mu
adakah jalan untukku tuk kembali pada-Mu

akulah para pencari-Mu ya Allah
akulah yang merindukan-Mu ya rabbi
tunjukkan ku jalan yang lurus
tempat kutambatkan langkahku

akulah para pencari-Mu
akulah yang merindukan-Mu ya rabbi
hanya di jalan-Mu ya Allah
tempatku pasrahkan hidupku

21.04.07

Sejarah Ibu Kartini

Filed under: Info

Kartini lahir 21 April 1879 atau 28 Rabiulakhir 1808 di Desa Mayong, Jepara. Tak jelas siapa yang memberikan nama itu padanya. Tapi Pramoedya dalam Panggil Aku Kartini Saja lebih yakin, karena perempuan, ibunyalah yang memberikan nama.

Waktu itu ayah Kartini masih menjabat Asisten Wedana onderdistrik Mayong, Kabupaten Jepara, dan memiliki rumah yang luas. Tapi Kartini justru tidak lahir di rumah yang luas ini. Sebagai anak dari “selir”, Kartini lahir di rumah kecil, berada di bagian belakang rumah Asisten Wedana itu.

Sejarah juga tak mencatat masa kecil Kartini. Tapi yang agak bisa dipastikan, dia besar di bawah pengasuhan ibunya, di rumah kecil itu. Kartini sendiri melukiskan masa kecilnya itu dengan nada pedih. Suratnya kepada Ny HG de Booij-Boissevain menunjukkan diskriminasi yang dia dapat ketika bayi. Ibunya harus bersaing dengan istri utama ayahnya, yang memang masih keturunan Ratu Madura. Sejak bayi dia sudah merasakan kehidupan yang beda antara gedung utama dan rumah kecilnya.

Sahabat Kartini Ny van Zeggelen dalam romannya Kartini melukiskan, setelah lahir Kartini diasuh emban, Rami. Sedang ibu Kartini, seperti kebanyakan selir lain, pergi dari rumah itu sesudah melahirkan. Ini dibuktikan dengan asumsi, Kartini tak memiliki saudara sekandung. Padahal, setahun setelah kelahirannya, saudara Kartini ada 6 orang, dari ibu-ibu yang berbeda. Tapi dari surat-surat Kartini kepada Stella, dan status ibu utama yang “cukup membencinya”, Pramoedya percaya selain Rami, Kartini masih tetap diasuh ibunya.

Kartini kemudian sekolah, tak jelas di usia berapa. Yang dapat dicatat dari masa sekolah ini adalah perasaan Kartini yang marah karena diskriminasi guru-gurunya, lewat surat kepada Estelle Zeehandellar,

“Orang-orang Belanda itu menertawakan dan mengejek kebodohan kami, tapi kami berusaha maju, kemudian mereka mengambil sikap menentang kami. Aduhai! Betapa banyaknya dukacita dahulu semasa kanak-kanak di sekolah; para guru dan banyak di antara kawan mengambil sikap permusuhan kepada kami…”

Ibu Kita Kartini
Ciptaan: W.R. Supratman

Ibu kita Kartini, putri sejati
Putri Indonesia, harum namanya
Ibu kita Kartini, pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia

Ibu kita Kartini, Putri jauhari
Putri yang berjasa, se-Indonesia
Ibu kita Kartini, Putri yang suci
Putri Yang merdeka, cita-citanya
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia

Ibu kita Kartini, pendekar putri.
Pendekar kaum ibu, se-indonesia.
Ibu kita Kartini, penyuluh budi,
Penyuluh Bangsanya, kar ‘na cintanya.
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M